Tuesday, May 27, 2008

TIPS : Tenang Menghadapi Tantangan

Assalamualikum wr. wb
Pada dasarnya, segala masalah yang muncul di depan kita, bukan sesuatu yang mesti ditakuti dan dihindari. Melainkan, suatu tantangan untuk dihadapi. Betapapun kita tidak siapkita harus!sebab dengan adanya tantangan,kita akan terpacu untuk mengeluarkan semua potensi terbaik dari diri kita.

Setiap tantangan pada awalnya memang terasa sangat menakutkan. Misalnya,saat pembicara di sebuah seminar tidak hadi, dan kitalah yang harus menggantikannya. Kita langsung ngeri harus bicara di depan umum. Lutut gemetaran, dagu gemerutuk, keringat dingin mengucur deras.

Tapi begitu kita nekad maju, mulai mengambil mic dan mengeluarkan suara, semua akan berlangsung biasa saja. Rasa takut lenyap setelah kita menghadapinya!

Lalu bagaimana caranya agar kita tetap tenang?Ini dia tipsnya:

  1. Kendalikan Emosi
Ketika saat-saat sulit melanda, emosi kita gampang terpancing keluar. Kita gampang terpancing keluar. Kita mudah marah, cemas, atau takut. Kalau ini terjadi, ingatlah bahwa itu reaksi yang salah. Karena makin banyak sisi emosional kita berbicara, makin sedikit kemampuan kita berpikir mengatasi problem.
Paksalah agar sisi emosional anda tetap terkendali. Kendali emosi tidak hanya membuat otak bekerja, tapi juga akan menciptakan sikap positif. Tegaskan pada diri sendiri bahwa kita bisa menangani situasi tersebut.

2. Hindari menyalahkan Pihak lian


"Dasar meja sialan! kenapa nongkrong disitu sih? Lihat kakiku kejeduk sampai memar!"

Gampang sekali kita menyalahkan pihak lain. Meja anda, perusahaan anda, dan orang-orang disekitar anda-bos, orang tua, teman, suami, istri, anak, pembantu, dll. Karena kesalahan sekecil apapun yang dilakukan orang lain selalu tampakbesar.

Jangan lakukan! Meski orang lain bersalah, jangan salahkan. Menyalahkan tak pernah mengubah apa-apa. Tak membuat situasi menjadi lebih baik. Malah sebaliknya, akan menyakiti lebih banyak dan akan mengarah kepada situasi yang saling menyalahkan satu sama lain. Fokuslah bukan pada kesalahan, tapi pada penyelesaian. Itulah sikap seorang pemenang.

3. Tolak Bahasa loser

"Sya pusing mikirin masalah ini"."Duh, kayaknya kita menemukan jalan buntu nih"."Mustahil masalah ini bisa diselesaikan"."Tak ada jalan keluar mending nyerah deh!". Itu adalah bahasa kaum pecundang(loser).

Orang sukses tahu bahwa kata-kata akan mendorong hasil. Jika mereka berbicara seperti pecundang, mereka akan benar-benar menjadi pecundang. Kalah. Tapi kalu menolak kekalahan, mereka takkan bisa dikalahkan. Menang.

4. Fokus pada sisi positif

Fokus pada sisi negatif memberi kita sikap lemah dan kalah. Mungkin kita bisa belajar dari sikap orang Sunda. Semenderita apa pun, mereka tetap bisa bilang untung. "Aduh saya ketabrak becak. UNTUNG gak luka parah". "Aduh saya bangun kesiangan. UNTUNG gak dimarahin bos".

Menjadi Si Untung tidak ada ruginya. Malah bahagia, sebab sebesar apa pun masalahnya, kita tetap santai.

Bersikap Tenang seperti Rasulullah

Rasulullah adalah teladan kita dalam menyikapi masalahdengan ketenangan. Inilah resep beliau untuk tetap tenang:

  • Menahan amarah. Ketika Rasulullah saw. ditanya apa yang seharusnya dilakukan saat menghadapi masalah, beliau menjawab 3 kali, " Jangan marah! Jangan marah! Jangan marah!. Menahan amarah sudah menjadi kebiasaan Rasulullah.
  • Diam. Kalau ada masalah yang membuat beliau marah, Rasulullah memilih diam dari pada mengucapkan sumpahan dan makian, karena prinsip beliau, "Katakanlah yang baik-baik saja, atau diam".
  • Berwudhu. Ketika amarah sedang memuncak di dada sampai di kepala, Rasulullah saw tidak meledak-ledak. Beliau pergi mengambil air wudhu. Sentuhan air yang sejuk dan doa yang khusyuk bagaikan oase yang mendinginkan kegersangan hati beliau.
  • Berdoa kepada Allah swt.
  • Membaca AL-Qur'an.

Pembaca, inilah hidup. Hidup terasa indah justru karena ada masalah. Kalau hidup datar-datar saja, kita takkan belajar untuk lebih bijaksana. Juga kita takkan punya banyak cerita. Bukankah saat termanis dalam hidup adalah ketika kita bisa cerita tentang keberhasilan kita menaklukkan sebuah tantangan?

Semoga ini menjadi sebuah bacaan yang bermanfaat.

Wassalamualaikum wr. wb


No comments: